Sabtu, 09 Juni 2012

psikologi umum


TUGAS KELOMPOK

Soal
1. Apa yang dimaksud dengan belajar ?
2. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi belajar ?
3. Jelaskan bagaimana cara belajar yang sudah Anda lakukan selama ini dan analisislah point mana yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip belajar !
4. Sebutkan prinsip-prinsip belajar ? 


Jawab
1.    Yang dimaksud dengan belajar
·         Belajar adalah suatu aktifitas dimana terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal.
·         Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain.
·         Belajar adalah harus mencakup tingkah laku dari tingkat yang paling sederhana sampai yang kompleks dimana proses perubahan tersebut harus bisa dikontrol sendiri atau dikontrol oleh faktor-faktor eksternal.
·         Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku dari yang tidak tahu menjadi tahu (learn to know), dari yang tidak baik menjadi baik (Learn to be), dari yang belum bisa menjadi bisa (Learn to do), proses ini berlangsung secara kontinu , termasuk belajar hidup bersama (learn to life together) oleh pengalaman individu tersebut terhadap pengaruh lingkungannya. (kesimpulan dari kelompok)

2.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
Menurut Syah (2002:173) faktor yang mempengaruhi belajar ada dua golongan yaitu faktor intern (faktor dari dalam diri individu) dan faktor ekstern (faktor dari luar diri individu).
1.     Faktor intern Siswa
Faktor intern siswa meliputi gangguan atau kekurangmampuan psikofisik siswa, yaitu:
a.       Bersifat kognitif (ranah cipta), rendahnya kapasitas inteligensi siswa
b.      Bersifat efektif (ranah rasa), labilnya emosi dan sikap
c.       Bersifat psikomotor (ranah karsa), terganggunya alat-alat indera penglihatan dan pendengaran.

2.    Faktor  Ekstern Siswa
Faktor ekstern siswa meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung aktifitas belajar siswa. Faktor ini dapat dibagi tiga macam, yaitu :
a.       Lingkungan keluarga, contohnya ketidak harmonisan hubungan antara ayah dengan ibu.
b.      Lingkungan masyarakat, contohnya perkampungan kumuh, dan teman sepermainan yang nakal.
c.       Lingkungan sekolah, contohnya kondisi dan letak gedung sekolah yang buruk seperti dekat pasar.
3.    Cara belajar yang sudah Kami lakukan selama ini dan analisis poin mana yang tidak sesuai dengan prinsip belajar, sebagai berikut.
·         Membuat rencana belajar, untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya jika kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan lagi.
·         Memilih waktu belajar yang tepat, sesungguhnya waktu yang paling efektif untuk belajar adalah sebelum makan malam dan beberapa jam sesudahya. Pada waktu ini proses belajar akan lebih cepat sehingga tidak perlu belajar hingga larut malam.
·         Mencari suasana yang paling nyaman, ciptakan suasana ruang belajar kita senyaman mungkin supaya kita betah berada disana.
·         Membuat catatan-catatan kecil, bagian-bagian yang penting dalam pelajaran sebaiknya dibuat catatan dikertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca dimanapun kita berada.
·         Membuat kesimpulan, baca ulang catatan-catatan kecil yang telah kita susun. Kemudian buatlah kesimpulan dengan kata-kata sendiri. Dengan demikian kita akan mendapatkan inti dari keseluruhan apa yang telah kita pelajari.
·         Hindari SKS (Sistem Kebut Semalam), biasanya hal yang sering kita lakukan jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat dengan belajar hingga larut malam atau begadang. Sebaiknya hindari belajar dengan cara seperti itu karena akan membuat badan kamu menjadi meriang dan sakit. Otak manusia itu punya batas karena otak dirancang untuk bekerja secara efisien. (jika melakukan SKS, maka ini point yang tidak sesuai dengan prinsip belajar—hakekat belajar).
·         Belajar kelompok, cara mudah untuk belajar sesungguhnya adalah bila dilakukan dengan bersama-sama, cara belajar ini selalu efektif bagi setiap orang.
Insya Allah kami sudah sesuai dengan prinsip belajar di bawah ini jika masing-masing individu sudah memahami hakekat belajar secara utuh, sehingga dapat memahami “belajar sepanjang hayat”—kontinu yang berdasarkan proses perkembangan manusia (bertahap), hal ini juga dipengaruhi oleh EQ individu, jika EQ individu bagus, maka dapat mempengaruhi peningkatan hasil belajarnya ke arah yang lebih berkembang. Dan kembali lagi ke faktor yang mempengaruhi belajar individu—intern dan ekstern individu.
4.      Prinsip-prinsip belajar, sebagai berikut.
Menurut Slameto (2002: 27-28) calon guru atau pembimbing seharusnya sudah dapat menyusun sendiri prinsip-prinsip belajar,. Prinsip-prinsip belajar itu sebagai berikut:

Berdasarkan prasyarat yang dilakukan untuk belajar
1.      Dalam belajar setiap siswa harus diusahakan partisipasi aktif, meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan instruksional;
2.      Belajar harus dapat menimbulkan reinforcement dan motivasi yang kuat pada siswa untuk mencapai tujuan instruksional;
3.      Belajar perlu lingkungan yang menantang dimana anak dapat mengembangkan kemampuannya bereksplorasi dan belajar dengan efektif;
4.      Belajar perlu ada interaksi siswa dengan lingkungannya.
Sesuai hakekat belajar
1.      Belajar itu proses kontinyu, maka harus tahap demi tahap menurut perkembangannya;
2.      Belajar adalah proses organisasi, adaptasi, eksplorasi dan discovery;
3.      Belajar adalah proses  kontinguitas (hubungan anatara pengertian yang satu dengan pengertian yang lain) sehingga mendapatkan pengertian yang diharapkan. Stimulus yang diberikan menimbulkan response yang diharapkan.
Sesuai materi atau bahan yang harus dipelajari
1.      Belajar bersifat keseluruhan dan materi itu harus memiliki struktur, penyajian yang sederhana, sehingga siswa mudah menangkap pengertiannya;
2.      Harus dapat mengembangkan kemampuan tertentu sesuai dengan tujuan instruksional yang harus dicapai.
Syarat keberhasilan belajar
1.      Belajar memerlukan sarana yang cukup, sehingga siswa dapat belajar dengan tenang;
2.      Repetisi, dalam proses belajar perlu ulangan berkali-kali agar pengertian/ketrampilan/sikap itu mendalam pada siswa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar